top of page

Nasi Teh Hijau ala Jepang ? Ochazuke

Hi BesTTTie ! ketemu lagi di update kali ini, jadi mimin mau kasi tau tentang makanan Nasi yang disiram oleh Teh yaitu Ochazuke. kalian sudah tau belum apa itu ochazuke ? kalo belum tau mimin bakal infoin, tetap simak ya !

Apa itu Ochazuke ?

Ochazuke adalah hidangan Jepang yang terdiri dari nasi yang disiram dengan teh hijau atau kaldu panas. Hidangan ini umumnya dihidangkan dengan bahan-bahan tambahan seperti rumput laut, umeboshi (plum asin), ikan kering, dan bahan lainnya yang memberikan variasi rasa dan tekstur.

komposisinya dapat bervariasi tergantung pada selera pribadi dan preferensi lokal. Namun, ada beberapa komponen umum yang sering kali ditemukan dalam ochazuke. Berikut adalah beberapa bahan umum yang dapat ada dalam ochazuke yaitu :

Nasi: Nasi putih biasanya menjadi dasar ochazuke. Nasi ini bisa segar dimasak atau sisa dari makanan sebelumnya.


Teh atau Kaldu:

Ochazuke mendapatkan namanya dari kata "ocha" yang berarti teh dan "zuke" yang berarti siram atau celup. Sebagian besar orang menggunakan teh hijau panas sebagai cairan siraman, tetapi ada juga yang menggunakan kaldu ikan atau kaldu sayuran.


Bahan Topping:

Ochazuke sering kali diberi bahan topping untuk menambahkan rasa dan tekstur. Beberapa contoh topping yang umum meliputi: Rumput Laut (Nori): Potongan kecil rumput laut yang memberikan rasa gurih. Umeboshi: Plum asin yang memberikan rasa asam dan asin.


Ikan Kering (okaka atau furikake):

Serutan ikan kering atau campuran bumbu yang dapat memberikan rasa gurih.


Wasabi atau Daun Bawang:

Ditambahkan untuk memberikan sentuhan pedas atau rasa segar. Bumbu Tambahan: Beberapa orang menyukai penambahan bumbu tambahan seperti kecap asin, shoyu (saus kedelai Jepang), atau mirin (sake manis) untuk memberikan rasa tambahan pada ochazuke mereka.


Berikut adalah beberapa aspek budaya ochazuke :


Ritual Santap Ringan:

Ochazuke sering dianggap sebagai hidangan ringan dan nyaman, sering kali disantap sebagai hidangan pembuka atau sebagai camilan malam. Ini dapat dihidangkan di berbagai tempat, mulai dari rumah hingga restoran, dan seringkali dianggap sebagai cara yang bagus untuk mengakhiri makan malam.


Adaptasi Regional:

Meskipun ochazuke adalah hidangan Jepang umum, ada banyak variasi regional dan variasi dalam bahan-bahan yang digunakan. Misalnya, di Kyoto, ada versi yang disebut "Kyoto-style ochazuke" yang mungkin menggunakan teh matcha (teh bubuk) sebagai bahan dasar.


Penggunaan Sisa Makanan:

Ochazuke sering kali digunakan sebagai cara untuk memanfaatkan sisa nasi atau lauk sisa dari makanan sebelumnya. Ini mencerminkan aspek praktis dan hemat limbah dalam budaya kuliner Jepang.


Tradisi Tea Culture:

Secara historis, Jepang memiliki tradisi teh yang kaya, dan ochazuke mencerminkan penggunaan teh dalam konteks kuliner. Teh hijau yang digunakan untuk menyiram nasi dapat memberikan aroma segar dan citarasa yang khas.


Makanan Sehat dan Ramah Pencernaan:

Ochazuke dianggap sebagai makanan yang baik untuk pencernaan. Kaldu atau teh yang panas dapat membantu meredakan perut, dan kombinasi bahan-bahan seperti rumput laut memberikan nutrisi tambahan.


Sensasi Rasa yang Seimbang:

Ochazuke umumnya menciptakan sensasi rasa yang seimbang, dengan kombinasi antara rasa gurih dari kaldu atau teh, keasaman dari umeboshi, dan keberagaman rasa dari bahan-bahan lainnya. Ochazuke adalah contoh yang menarik dari bagaimana budaya makanan mencerminkan kebiasaan sehari-hari, prinsip hemat limbah, dan apresiasi terhadap rasa dan kesegaran dalam hidangan.



Sejarah Ochazuke

Ochazuke memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi hidangan yang dicintai di Jepang selama berabad-abad. Meskipun sulit untuk menentukan asal-usul pasti ochazuke, beberapa catatan sejarah dan tradisi memberikan gambaran tentang bagaimana hidangan ini berkembang. Sekitar 1.000 tahun sebelumnya di Jepang Pada masa ini, terdapat kebiasaan memakan nasi dingin dengan disiram air panas. Ini juga muncul dalam karya -karya sastra seperti "Genji Monogatari" dan "Makuranosōshi", dan dikatakan sebagai asal muasal ochazuke. "Pada saat itu, belum ada mesin yang mudah digunakan seperti penanak nasi masa kini, dan belum ada teknologi untuk menjaga nasi tetap hangat. Dipercaya bahwa inilah sebabnya ``yuzuke'' diciptakan untuk menikmati rasa lezat nasi yang telah mengering seiring berjalannya waktu."

Sekitar 400 tahun yang lalu Ochazuke menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat awam. Para pelayan di rumah pedagang menyantap makanan di sela-sela kesibukan mereka bekerja. Dia sepertinya lebih menyukai ochazuke, yang memungkinkan dia menyelesaikan makanannya dalam waktu singkat.

Zaman Heian (794-1185): Beberapa catatan sejarah menunjukkan bahwa praktik menyiram nasi dengan teh panas atau kaldu sudah ada pada zaman Heian (794-1185). Pada periode ini, teh diperkenalkan ke Jepang dari Tiongkok dan mulai menjadi bagian integral dari budaya Jepang. Awalnya, teh mungkin digunakan untuk melembabkan nasi yang sudah dimasak, menciptakan hidangan yang mudah dicerna.

Periode Muromachi (1336-1573): Selama periode Muromachi, praktik menyiram nasi dengan teh atau kaldu berkembang menjadi apa yang kemudian dikenal sebagai ochazuke. Pada saat ini, teh mulai menjadi minuman yang lebih terjangkau dan populer di kalangan masyarakat Jepang.

Zaman Edo (1603-1868): Periode Edo melihat peningkatan konsumsi teh di kalangan masyarakat umum. Pada masa ini, ochazuke menjadi semakin diterima sebagai hidangan yang ringan dan lezat. Beberapa pertokoan makanan mulai menyajikan ochazuke sebagai hidangan populer, dan variasi bahan tambahan seperti ikan kering, rumput laut, dan umeboshi mulai dimasukkan untuk memberikan rasa yang beragam.

Periode Meiji (1868-1912): Pada abad ke-19, selama periode Meiji, Jepang mengalami modernisasi yang signifikan. Selama waktu ini, ochazuke tetap menjadi hidangan yang populer dan terus berkembang. Berbagai daerah di Jepang mulai mengembangkan variasi ochazuke sesuai dengan tradisi dan bahan lokal mereka.

Era Modern: Hingga saat ini, ochazuke tetap menjadi hidangan yang populer dan dicintai di Jepang. Banyak restoran menyajikan ochazuke dengan berbagai pilihan bahan tambahan, dan versi instan ochazuke juga tersedia di toko-toko makanan Jepang. Ochazuke bukan hanya hidangan yang menyegarkan, tetapi juga mencerminkan hubungan erat antara teh dan budaya makanan Jepang. Kesenangan ochazuke tidak hanya berasal dari rasa yang lezat, tetapi juga dari tradisi panjang yang melibatkan minuman teh dalam kehidupan sehari-hari.


Bagi yang mau nonton cara pembuatan Ochazuke kalian bisa nonton di sini


sekian update mimin kali ini, sampai bertemu di blog berikutnya ya !

2 views0 comments

Recent Posts

See All

Perhitungan Hanami Sakura

TOTAL (℃) 284.6 TARGET (℃) 600 KEKURANGAN (℃) 315.4 *Tabel ini akan update setiap hari untuk mengetahui hari pemekaran bunga sakura

bottom of page